Desa Tagangser Laok Sektor agraris merupakan tulang punggung utama perekonomian masyarakat Desa Tagangser Laok. Hal ini dibuktikan dengan mayoritas penduduknya yang berprofesi di sektor pertanian, yakni sebanyak 2.431 jiwa sebagai petani, 160 jiwa sebagai buruh tani, dan 241 jiwa sebagai peternak. Besarnya serapan tenaga kerja di sektor ini menunjukkan potensi yang sangat tinggi bagi pengembangan program ketahanan pangan, intensifikasi hasil bumi, serta pembentukan sentra peternakan terpadu berskala lokal
Desa ini memiliki tingkat kemandirian ekonomi yang baik dengan adanya infrastruktur perniagaan lokal. Jantung perputaran ekonomi warga berpusat di Pasar Desa Tagangser Laok (dikenal sebagai Pasar Lagguh). Sektor ini semakin diperkuat dengan beroperasinya 30 unit pertokoan, 15 rumah makan atau warung, 1 pusat kuliner, dan adanya unit usaha yang digerakkan oleh PKK Desa. Potensi infrastruktur perdagangan ini membuka peluang besar untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Desa Tagangser Laok memiliki basis pendidikan keagamaan (kultural-Islami) yang sangat kuat. Terdapat 3 (tiga) lembaga Pondok Pesantren besar, yaitu PP. Al-Mardliyah, PP. Bustanul Ulum, dan PP. Al-Muakkad, yang secara total membina 400 santri. Keberadaan institusi-institusi ini tidak hanya berpotensi sebagai pusat pendidikan akhlak dan moral masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata religi dan sentra edukasi Islam di Kecamatan Waru.
Sektor ini menunjang dalam sosisal budaya kesenian, serta menunjang potensi pemuda dan olahraga