Pembangunan

Mahasiswa KKN Kelompok 23 Universitas Trunodjoyo Laksanakan Program Pembuatan Taman TOGA di Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan

πŸ“… 26 Juli 2026 πŸ‘€ Ditulis oleh: Selviana Dewi Andini πŸ“ Kategori: Pembangunan
Mahasiswa KKN Kelompok 23 Universitas Trunodjoyo Laksanakan Program Pembuatan Taman TOGA di Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan
Pamekasan Desa Tagangser Laok– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja berupa pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tanaman obat sebagai sumber kesehatan keluarga.

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Tagangser Laok untuk menentukan lokasi yang strategis dan mudah diakses masyarakat. Setelah lokasi ditetapkan, mahasiswa KKN Kelompok 23 bersama perangkat desa dan warga setempat bergotong royong melakukan pembersihan lahan, pengolahan tanah, pembuatan bedengan, hingga penanaman berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, serai, temulawak, lidah buaya, dan tanaman herbal lainnya yang memiliki manfaat bagi kesehatan.

Sebagai sarana edukasi, setiap tanaman yang ditanam dilengkapi dengan papan nama yang memuat informasi mengenai jenis tanaman. Keberadaan papan nama tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali berbagai tanaman obat serta mendorong pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Taman TOGA tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 23 Universitas Trunojoyo Madura menyampaikan bahwa program pembuatan Taman TOGA dirancang sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui pemanfaatan tanaman herbal yang mudah dibudidayakan. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, tanaman obat juga memiliki nilai ekonomis apabila dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Pemerintah Desa Tagangser Laok menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurut pihak desa, keberadaan Taman TOGA diharapkan mampu mempercantik lingkungan desa sekaligus menjadi fasilitas edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan generasi muda untuk mengenal serta melestarikan tanaman obat tradisional.

Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN Kelompok 23 Universitas Trunojoyo Madura berharap Taman TOGA dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Tagangser Laok meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam meningkatkan kualitas lingkungan, mendukung ketahanan kesehatan keluarga, maupun melestarikan pemanfaatan tanaman obat sebagai warisan kearifan lokal.
Kembali ke Berita
Bagikan: WA