Kesehatan

Mahasiswa KKN UTM 23 Ciptakan Bak Sampah dari Galon Bekas, Mulai dari Rumah Wujudkan Desa Tagangse Laok Bersih dan Sehat

📅 26 Juli 2026 👤 Ditulis oleh: Berliana Nur Rohmah 📁 Kategori: Kesehatan
Mahasiswa KKN UTM 23 Ciptakan Bak Sampah dari Galon Bekas, Mulai dari Rumah Wujudkan Desa Tagangse Laok Bersih dan Sehat
Tagangser Laok, Waru, Pamekasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja bertema pengelolaan sampah dengan memanfaatkan galon bekas Le Minerale menjadi bak sampah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan kembali barang bekas yang masih layak digunakan. Pembuatan bak sampah diawali dengan proses pengumpulan galon bekas, kemudian dilakukan pembersihan, pemotongan bagian atas, pengecatan menggunakan warna-warna menarik, serta pemasangan rangka dan penyangga agar dapat digunakan dengan baik di berbagai fasilitas umum. Selain berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah, bak sampah tersebut juga diberi identitas dan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi konsep reduce, reuse, dan recycle (3R), khususnya pada aspek reuse, yaitu memanfaatkan kembali barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna. Dengan memanfaatkan galon bekas, mahasiswa KKN tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga menghasilkan sarana kebersihan yang ekonomis dan ramah lingkungan. Setelah proses pembuatan selesai, bak sampah didistribusikan ke beberapa titik strategis di Desa Tagangser Laok, seperti sekolah, balai desa, dan lapangan desa. Penempatan bak sampah di lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya serta menumbuhkan budaya hidup bersih sejak dini.

Ketua Kelompok KKN 23 menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan solusi sederhana namun bermanfaat dalam mengatasi permasalahan sampah di lingkungan desa. "Kami berharap keberadaan bak sampah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menginspirasi pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang bernilai guna," ujarnya.

Pemerintah Desa Tagangser Laok menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UTM atas kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Program ini dinilai tidak hanya menghasilkan fasilitas umum yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura berharap semangat menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu menciptakan lingkungan Desa Tagangser Laok yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kembali ke Berita
Bagikan: WA